Breaking News
Loading...

Media News

Tech News

Random Post

Recent Post

Showing posts with label Berita komunitas. Show all posts
Showing posts with label Berita komunitas. Show all posts
2012-08-06
no image

20 KM lebih, Jalan Rusak Mulai Di Hot Mix Bulan Ini



LOMBOK TENGAH (Suarakomunitas) – Sekitar 18 Kilo Meter Jalan rusak dikabupaten Lombok Tengah (Loteng) mulai bulan Juli ini serentak akan diperbaiki dan menggantinya dengan Hot Mix. Proses tender Proyek perbaikan jalan tersebut kini sudah dilakukan dan kontrak kerjapun sudah dilakukan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Ir.H.Abdul Khadir Jaelani.
“Semua kegiatan perbaikan jalan tersebut sudah tanda tangan kontrak dan harus sudah memulai pengerjaannya bulan ini. Total dana perbaikan pada tahap ini sekitar Lima Belas Miliar Rupiah untuk 6 paket proyek dan semuanya Hot Mix”Ungkapnya.
Adapun ruas jalan tersebut lanjut Khadir, ruas jalan dari Puyung ke Bonjeruk, Kopang ke Pagutan, Bare Bali ke Pagutan, Pemepek ke Persil, Sengkol ke Truai dan ruas jalan dari Montong Ajan ke Darek.
“Untuk beberapa jalan yang sebelumnya direncanakan akan dikerjakan atau diperbaiki dengan lapen, dibatalkan. Rupanya Bupati tidak berkenan untuk melakukan lapen lagi. Semuanya harus diganti dengan Hot Mix”Jelasnya.
Yang awalnya direncanakan akan dilapen seperti Kerembeng ke Barejulat, Prako ke Beleke, Darek ke Montong Buwuh dan beberapa ruas jalan lainya akan d Hot Mix dengan Anggran dari APBD perubahan.
“Target kita itu, akan menghotmix jalan ini pertahun minimal duapuluh dua persen dari semua jalan yang rusak. Tapi nanti kalo perda percepatan pembangunan ini sudah bisa kita laksanakan pada waktu dekat ini, karena peraturan buptinya sedang digodok, maka pertahun kita bisa menghotmix jalan sepanjang tujuh puluh kilo meter”Pungkasnya.(ding)
no image

Nuzulul Quran, Alquran Menggema dari Corong Masjid At-Taqwa


Rembang - Suarakomunitas.net - Memperingati Nuzulul Quran, kaum muslimin di Dukuh Banyurowo, Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, menggelar khataman Alquran 30 juz. Kegiatan tersebut dilaksakan di Masjid at-Taqwa, Ahad (5/8) malam, usai salat Tarawih.
"Acara ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap malam 17 Ramadhan untuk memperingati turunnya Alquran. Kegiatan difokuskan pada khotmil Quran secara bersama-sama oleh segenap warga," kata Soekarno, ketua ta'mir masjid setempat.
Soekarno menjelaskan, khataman Alquran yang dilakukan merupakan salah satu kegiatan utama sebagai upaya untuk lebih memakmurkan masjid selama bulan suci Ramadhan, selain tadarus Alquran bergilir yang rutin dilakukan pada setiap malam sejak hari pertama hingga hari terakhir.
"Selama Ramadhan, kita adakan kegiatan tadarus secara bergilir sehabis salat Tarawih. Puncaknya, pada peringatan Nuzulul Quran ini dilaksanakan khataman Alquran 30 juz secara bersama-sama. Nantinya, khataman juga akan terus dilaksanakan setiap malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan," tambah Soekarno.
Ditambahkannya, kegiatan khataman Alquran juga bertujuan untuk syiar Islam. "Selain sebagai amalan ibadah untuk mendekatkan diri kapada Allah di bulan suci Ramadhan dengan berharapkan dapat menjumpai Lailatul Qodar, khataman juga sebagai penanda syiar Islam," pungkasnya. (Tarom)
 
no image

Gema Ramadhan di Ponpes BUS Santong


Suara Genem Merenten FM - Suara Genem Merenten FM
Kayangan,(SK),-- Kegiatan Belajar mengajar di Pondok Pesantren bayyinul Ulum santong khususnya di bulan suci Ramadhan 1433 Hijriyah terasa sangat berbeda, pasalnya sejumlah kegiatan ekstra dalam rangka menyemarakkan Bulan penuh barokah ini diadakan baik untuk kegiatan didalam pondok maupun kegiatan yang dilaksanakan diluar pondok.
Menurut Ustadz Lalu Junaidi, S.PdI salah seorang guru Pembina di Pondok Pesantren tersebut mengungkapkan bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan secara khusus di bulan Ramadhan tersebut bertujuan untuk membina para santri baik yang tinggal didalam asrama maupun yang masih pulang pergi agar dapat mengendalikan kegiatan-kegiatan mereka yang kadang tidak bisa di control.
“Kami kadang sering melihat para santri di bulan Ramadhan mereka sering ugal-ugalan, terutama santri yang pulang pergi, sehingga di bulan Ramadhan ini kita lebih banyak memberikan siraman kerohanian agar mereka lebih fokus pada pelaksanaan ibadah puasa, memahami makna puasa dan semua kelebihan-kelebihan dari pada bulan puasa itu sendiri,”kata ustazd yang low profile ini.
Ketika ditanya tentang kegiatan apa saja yang dilaksanakan dalam semarak ramadhan tersebut, Ustadz lulusan Universitas NW Mataram tahun 2011 tersebut menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan didalam Pondok adalah Pembinaan Kegiatan Kerohanian seperti Pendalaman kitab kuning secara kolektif kepada seluruh santri, sedangkan untuk kegiatan yang dilaksanakan di luar pondok adalah pelaksanaan kegiatan Safari Ramadhan keliling Mesjid/Musholla yang ada di sebagian wilayah KLU, dimana tiap tim/rombongan Safari tersebut berasal dari Santri dan Guru-guru.

Dikatakan, tujuan diadakannya Safari Ramadhan bagi santri maupun guru-guru ini, diantaranya untuk meningkatkan Silaturrahmi para Guru dan santri dengan masyarakat, memberikan kesempatan kepada para santri untuk dapat berlatih bermasyarakat, mensosialisasikan semua kegiatan ponpes ke tengah-tengah masyarakat.
Tim Safari yang di bentuk untuk Ramadhan tahun 2012 ini sebanyak 11 tim yang melaksanakan kegiatan Safari secara bergiliran ke desa-desa yang ada di tiga Kecamatan di Kabupaten Lombok Utara antara lain Kecamatan Gangga,Kayangan, dan Kecamatan Bayan.Hal ini tidak terlepas dari restu dari TGH.Sukarman Azhar Ali.
Ditempat terpisah Ustadz Lalu Syarifuddin, S.PdI (Mantan Kepala MTs. Bayyinul Ulum Santong Tahun 2010) mengatakan, kegiatan safari Ramadhan ini rutin dilaksanakan setiap Tahun, kegiatan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk melatih para siswa yang berbakat dan berprestasi untuk belajar dan berlatih tampil dikalangan masyarakat banyak, agar nanti setelah mereka pulang ketengah masyarakatnya mereka bisa tampil sebagai pemimpin-pemimpin masa depan, kita juga tetap berupaya untuk terus berusaha meningkatkan kegiatan-kegiatan yang bertujuan melatih mental dan bakat para santri. (Yudik)


no image

BUMN SELENGGARAKAN PASAR MURAH DI KAYANGAN


Kayangan,(SK),-- Sejak pukul Sembilan pagi ratusan warga dari delapan Desa di Kecamatan Kayangan Lombok Utara menyambut gembira dengan adanya pasar murah paket sembako yang harganya Rp 115. 000 dijual Rp 30.000/paket. Di mana isinya bervariasi diantaranya mie instan dua bungkus, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg dan beras 5 kg. kegiatan ini dilaksanakan di aula Kantor Camat Kayangan pada hari kamis 2 juli 2012.
“Lumayan bisa hemat belanja. Sering-sering dong Pak, diadain pasar murah kayak gini, biar warga terbantu,” ucap Murni, 30, warga Desa Dangiang kepada salah seorang Petugas. Ibu dua anak ini mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah, apalagi harga sembako di pasaran sudah mahal semua terutama pada saat bulan puasa begini
Menurut Madhar (56) dari Perum Damri yang ikut dalam Kegiatan Pasar murah ini mengungkapkan” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) yang terdiri dari PT Angkasa Pura, Perum Damri, Bank BNI, Bank BTN, PT Telkom, Pertamina Dll; ini dimaksudkan untuk meringankan beban kebutuhan warga terutama sekali warga kurang mampu yang sedang menjalankan Ibadah Puasa di Bulan suci Ramadhan ini, selain itu nanti juga akan dilaksanakan pada bulan Desember menjelang pelaksanaan hari natal yang mungkin kita laksanakan ditempat yang berbeda” saat di Tanya tempat pelaksanaan pembagian di wilayah Lombok Utara, Bapak berbadan tegap ini juga menjelaskan” Penjualan paket murah ini kita laksanakan lima kecamatan yang ada di Lombok utara, Cuma kami akui bahwa paket ini masih sangat kurang dibanding dengan warga yang membutuhkan, tetapi Insyaallah kegiatan ini kita akan laksanakan juga di seluruh kabupaten kota di NTB ”.
Sementara itu Kepala Desa Pendua Haerudin juga mengungkapkan “ dengan pembelian paket murah ini saya sangat yakin warga sangat terbantu dan sangat diuntungkan, karena kalau kita lihat isi paket tersebut nilainya sampai ratusan ribu lebih sementara harga pembeliannya Cuma 30,000 tentu ini sangat murah sekali, namun yang kita sayangkan adalah jumlah paketnya yang sangat kurang yakni hanya 56 paket untuk masing-masing desa, sementara warga yang membutuhkan masih jauh lebih banyak, mudah-mudahan saja hal ini tidak menimbulkan gejolak karena kecemburuan sosial ditingkat warga yang tentu saja bisa menjadi beban untuk pemerintah desa”.
Di tempat terpisah Camat kayangan Tresna Hadi mengatakan “pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah melalui BUMN kepada warga dalam memenuhi kebutuhan sembako pada bulan Ramadhan. Diharapkan warga dapat terbantu dan bisa mendapatkan sembako dengan harga murah, Semoga warga dapat memanfaatkannya dengan baik, karena harganya jauh di bawah harga pasaran, dan untuk warga yang belum dapat membeli saat ini kita masih bisa berharap dari penyelenggaraan pasar murah yang akan dilaksanakan oleh Disperindag kabupaten nanti ”. Yudik
2012-08-02
no image

“Bupati Ternyata Tidak Hanya Omong dan Janji-Janji Saja”


LOMBOK TENGAH (Suarakomunitas) - Harapan warga jonggat khususnya warga yang sering melewati jalur dari perempatan Puyung-Desa Bungkate, Bungkate-Bonjeruk untuk memiliki jalan yang mulus, kini sudah diambang pintu. Pasalnya sejak beberapa hari lalu material perbaikan jalan tersebut menjadi jalan Hot Mix, sudah berdatangan dan bahkan sudah terlihat mulai dikerjakan oleh sejumlah pekerja. Hal itu terlihat disalah satu bagian jalan tersebut, tepatnya di Dusun Taman Baru Puyung yang berbatasan dengan Desa Bungkate Minggu (29/07) kemarin.
Salah seorang warga setempat H.Ibnu Khatsir yang kebetulan lewat saat material itu mulai diratakan ke semua badan jalan mengaku lega karena jalan yang sudah lama rusak parah itu akhirnya diperbaiki juga.
“Bupati kita yang sekarang ini ternyata tidak hanya omongan dan janji-janji saja. Saya ketika pertama kali melihat Tanah uruk ini ditaruh sejak beberapa hari yang lalu sudah bergumam dalam hati, oh ternyata bupati memang menepati janjinya. Ya semoga saja dibulan suci ini bapak bupati selalu diberikan kesehatan dengan segenap keluarganya”Ujarnya.
Sementara itu Direktur PT.Mustika Cendana Mas, Lalu Sukardi Winangun, disela-sela kesibukanya saat melihat langsung proses mulainya pengerjaan jalan tersebut, bertekad jalan Hot Mix dari Puyung Ke Bonjeruk tersebut akan selesai dikerjakan sebelum lebaran tiba.
“Pihak kami sesuai dengan apa yang diperintah bupati, akan berusaha keras dan insyaallah jalan ini nanti bisa dipergunakan oleh warga untuk berlebaran”Katanya.
Sejak beberapa hari yang lalu, material kelas A tersebut sudah dikerjakan mulai dari desa benjeruk dan berkhir diujung hotmix jalan yang dari perempatan puyung. Winamgun menegaskan perataan Aggregat (Material Tanah Bercampur batu-red) tersebut akan selesai diratakan keseluruh badan jalan sepanjang dari puyung ke bonjeruk ini selama 7 hari kedepan, stelah itu barulah akan dikerjakan dengan Gleder dan kemudian dilanjutkan mendrop alat berat lainya.
“Kami mendukung penuh program buapti ini, semua amanah sekarang sudah dipercayakan kepada kami para kontraktor ini. Dan amanah tersebut akan kami laksnakan sebaik-baikanya. Kami sadar bahwa citra bupati saat ini berada dipundak kami pelaksana ini”Imbuh Winangun.
Untuk diketahui, pemerintah kabupaten Lombok Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum Bidang Bina Marga sejak tanggal 23 Juli lalu, mulai melaksanakan kegiatan pembangunan jalan dengan kwalifikasi Pekerjaan peningkatan Jalan Ruas Puyung-Bonjeruk sepanjang 3,80 Kilo Meter dengan lebar 4.0 Meter dengan Nilai Kontrak Rp.3.203.075.000 dan tender dimenangkan oleh PT.Mustika Cendanamas yang berlamat di jalan beringin 45 Marde Praya. Sesuai dengan kontraknya Hot Mix jalan tersebut harus selesai pada tanggal 19 November 2012 mendatang atau harus selesai dikerjakan selama 120 hari kalender.(dg)
 
no image

Pendidikan Sebaya Tentang Hak Anak


A. Wahab - Arla FM

Meulaboh, Aceh Barat . Fasilitator anak-anak yang berjumlah 10 orang, melaksanakan pendidikan sebaya tentang hak anak, kamis, 31 Juli 2012, di SMPN 5 Peunaga Cut Ujung. Mereka terdiri dari 2 tim yang memfasilitasi kegiatan kepada anak-anak yang berjumlah 25 orang yang terbagi ke dalam dua kelas. Muhammad Budi Iskandar selaku ketua tim fasilitator anak menjelaskan bahwa materi yang mereka sampaikan terdiri dari pengertian anak, hak, serta macam-macam hak anak dan kewajiban anak serta Konvensi Hak Anak. Selain itu, mereka juga memperkenalkan kelompok/organisasi binaan Yayasan KKSP seperti Bale Konseling Anak, Forum Anak dan Komite-Komite Anak di desa-desa. Metode yang digunakan dengan bernyanyi, game dan persentasi, diskusi dan tanyajawab.
Sementara dari Yayasan KKSP yakni Solehuddin Nasution memberikan materi motivasi kepada anak-anak untuk semangat dalam belajar dan menggapai cita-cita yang akan mereka impikan.
Menurut Nova Novita Sari, usia 12 tahun, kelas 1, kawan2 bergembira, senang dan mendapat ilmu dari kakak2 baik dan cantik. Kegiatannya bermanfaat, senang bermain games dan nova pengen ikut organisasi.
Sementara tanggapan Muhammad Zaky, usia 12 tahun, kelas 1, kegiatan ini menyenangkan dan seru. Kedatangan kakak2 begitu berkesan dan menyenangkan serta menambah pengetahuan dan pengalaman.
Salah seorang guru yakni Nazaruddin merasa kagum karena ternyata yang menyampaikan materi masih anak-anak yang bersekolah di SLTP dan SLTA.Saran materi dikaitkan dengan agama juga tetapi secara keseluruhan udah bagus. Harapan kegiatan sosialisasi hak anaknya tidak hanya untuk anak-anak saja, tetapi untuk orang tua, guru dan pemerintah juga.
Project Coordinator Yayasan KKSP (Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak) Taufik Hidayat Hrp, S.HI menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan hak-hak anak serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sejak dini terhadap hak-hak anak itu sendiri. Kegiatan ini sendiri merupakan follow up dari peer educator training yang dilaksanakan pada bulan Maret 2012, kepada para calon fasilitator anak. Mandat dari pelatihan tersebut, mereka fasilitator anak harus menyampaikan materi-materi hak-hak anak kepada teman-teman sebaya mereka termasuk kepada anak-anak yang putus sekolah. Untuk sosialisasi kepada anak-anak putus sekolah telah mereka laksanakan pada bulan Mei 2012 yang lalu.
Kegiatan pendidikan sebaya yang dipadu dengan pesantren kilat yang ada di sekolah ini juga akan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2012, bertempat di SMAN 1 Meureubo, Aceh Barat.

Sumber : suarakomunitas.net
2012-07-30
no image

Kandang Ayam Bantuan Pemerintah Abdya Mubadzir


Blangpidie, Aceh-Dua unit kandang ayam bantuan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, berukuran sekira 6x20 meter yang dibangun dengan dana APBK TA 2011, sampai  saat ini terbengkalai sehingga tidak bermanfaat samasekali.
Dua kandang yang sedianya akan dipergunakan untuk beternak ayam petelur tersebut masing-masing berlokasi di Desa AluePisang, Kecamatan Kuala Batee dan Desa Ujung Tanoeh, Kecamatan Tangan-tangan Kabupaten Abdya.
Sedianya bantuan tersebut diberikan kepada Serikat Perempuan Kepala Keluarga Abdya melalui Dinas Pertanian dan Peternakan dengan alokasi anggaran satu paket berupa kandang, bibit, pakan dan pendampingan teknis. Namun faktanya hanya dibangunkan kandang yang kondisinya belum rampung 100 persen bahkan ada bahan material milik Nahdiar, warga Alue Pisang berupa batu kerikil yang tidak dibayar oleh kontraktor.
Kordinator Lapang Pekka Abdya, Diah menyebutkan kelanjutan proyek tersebut tidak jelas. "Pihak kontraktor hanya menyerahkan dua unit kandang yang tidak selesai kepada kelompok Serikat Pekka pada akhir tahun 2011 silam.  Dijelaskan Diah juga bahwa alasan pemerintah tidak melanjutkan proyek karena dana sudah habis. "Sebenarnya kami tidak mau menerima bantuan yang tidak bermanfaat seperti ini, buat apa kandang yang tidak produktif. Itu hanya pemborosan anggaran pemerintah saja, tapi karena kami terus didesak untuk menerimanya ya terpaksa ibu-ibu tandatangani surat serah-terimanya," beber Diah.
Secara ekonomis keberadaan kandang ini pun merugikan warga yang telah meminjamkan lahannya karena menjadi sama-sama tidak produktif sebagaimana diakui Nahdiar kepada SK. Kelompok Pekka berharap Pemerintah Abdya dibawah kendali bupati yang baru terpilih (Ir. Jufri Hasanuddin, MM. belum dilantik.red) kelak bisa melanjutkan proyek bantuan tersebut hingga menghasilkan sesuai yang diharapkan. "Pemerintah jangan hanya menghamburkan anggaran demi kepentingan politis tanpa mempertimbangkan nilai efektifitas penggunaannya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas Diah. (wmk)
no image

Internet Masuk Desa Harus Segera Terealisasi


MAGELANG - Internet masuk desa yang di gagas oleh pengelola Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKP FM) harus segera terealisasi. Hal ini mengingat banyak manfaat yang akan di dapat oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan yang ada di Desa Sambak. Usulan ini juga ternyata di sambut baik oleh Ahmad Yusuf selaku Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang.
Yusuf mengatakan, Saya secara pribadi sangat menyambut baik dengan gagasan tersebut. Karena jika internet Masuk Desa ini terwujud nantinya banyak sekali manfaat yang bisa di dapatkan oleh masayarakat dan para pemangku kepentingan. Disamping itu juga bisa di manfaatkan untuk mengakses informasi yang di butuhkan antara lain, Informasi pekerjaan, Informasi Pendidikan, pertanian dan lain sebagainya. Disamping itu juga bisa dimanfaatkan untuk promosi produk dan potensi lokal yang ada di Desa Sambak.
“Sekarang memang sudah zamannya era teknologi informasi, jadi pemanfaatan Internet harus optimal. Karena, ini tentu saja akan berpengaruh pada kehidupan perekonomian di Desa yang ujungnya adalah kesejahteraan Masyarakat. Melalui internet ini masyarakat nantinya bisa mengakses informasi yang diperlukan, dari Informasi pekerjaan sampai informasi pertanian dan lain-lain. Juga sebagai sarana komunikasi tanpa batas antar warga dan sarana promosi produk dan potensi lokal.” Ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, asalkan ada kemauan disitu pasti ada jalan. Memang kesadaran pemanfaatan Internet ini belum begitu besar dan sebagian masyarakat menganggap internet hanya sebagai media “iseng” saja. Padahal jika kita lihat dari sisi manfaat, sangat luar biasa. Nah, ini sekaligus nanti menjadi media kampanye penggunaan dan pemanfaatan Internet secara baik dan sehat jika Internet sudah masuk Desa nanti.
Biaya untuk realisasi Internet Masuk Desa ini sebenarnya tidak terlalu mahal jika mengingat manfaat yang akan di dapat nantinya. Terlebih lagi sebagian Infrastrukturnya sudah ada, seperti koneksi Internet dari ISP (Internet Service Provider) dan Tower. Tinggal menambahkan beberapa alat lagi untuk menyebarkan koneksi internet ke seluruh Desa. Jika tanpa kabel (Wireles), alat yang digunakan Antara lain Antena Omni, Router Board dan kabel UTP.
Kemudian alat untuk Penerima jika sudah mempunyai Laptop/Netbook bisa langsung tersambung, dan jika sudah mempunyai PC/Komputer Rumah, tinggal menambahkan Radio Acces Point atau menggunakan teknologi murah meriah paket Wajan Bolic.
“Alat dan biaya yang dibutuhkan sebenarnya tidak sulit dan tidak mahal jika dilihat dari sisi manfaat yang sangat besar. Rencanaya, koneksi internet akan disebarkan dari tower yang ada di Radio SKP FM ke seluruh Desa dengan tanpa kabel (wireles). Ini lebih popular dengan istilah RT RW Net yang sudah diterapkan di beberapa tempat di Indonesia. Dengan RT RW Net ini, berinternet akan jauh lebih murah karena biaya bisa ditanggung bersama-sama atau swadaya. Namun tentunya juga butuh dukungan dari berbagai pihak untuk realisasinya”. Ujar Muhammad Ainur Rofiq, Koordinator Radio SKP FM. (an)
no image

Menggali Efektivitas Insentif Pertanian


Seringkali insentif pertanian tidak sesuai dengan kebutuhan. Karena desain insentif terlalu top-down, tidak partisipatif. Buktinya ketika dua unit kandang ayam bantuan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, berukuran sekira 6x20 meter yang dibangun dengan dana APBK TA 2011, sampai saat ini terbengkalai sehingga tidak bermanfaat samasekali.
Dalam desain insentif pemerintah, dua kandang yang disediakan untuk digunakan beternak ayam petelur tersebut masing-masing berlokasi di Desa AluePisang, Kecamatan Kuala Batee dan Desa Ujung Tanoeh, Kecamatan Tangan-tangan Kabupaten Abdya.Desain bantuan tersebut diberikan kepada Serikat Perempuan Kepala Keluarga Abdya melalui Dinas Pertanian dan Peternakan dengan alokasi anggaran satu paket berupa kandang, bibit, pakan dan pendampingan teknis. Namun faktanya hanya dibangunkan kandang yang kondisinya belum rampung 100 persen.
Ketidaksesuaian ini akan mengurangi efektivitas insentif yang dibuat oleh pemerintah dan berakibat tidak bermanfaat bagi petani. Kebutuhan insentif itu ada, yang perlu dilengkapi adalah kesesuaian. Insentif itu dapat berupa pupuk, benih, pengairan, dan pendampingan dalam pemanfaatan teknologi atau mekanisasi sehingga mendapatkan hasil yang efektif.
Yang perlu digali dalam insentif pertanian adalah kemampuan petani dalam mengembangkan lahan pertaniannya secara konsisten setelah insentif telah diberikan. Dengan demikian insentif itu akan berakibat pada sebuah pembangunan pertanian yang menghasilkan sebuah kedaulatan dan kemandirian terutama masalah pangan.
Niatnya jelas bahwa insentif akan memberikan kedaulatan pangan, mengendalikan adanya alih fungsi lahan, kesejahteraan petani, utilitas tanah, dan terjadinya sebuah gugus efektif antar pemangku kepentingan dari semua rantai: pembuat kebijakan, yang mengeksekusi kebijakan, pendamping, dan petani sendiri yang mempunyai kelompok dalam menelaah masalah yang ada. Pada pihak pelaku usaha berbasis bahan pertanian, insentif ini akan mengendalikan pasok dalam skala industri untuk memperkuat daya tahan usaha mereka dan di paling ujung konsumen akhir mampu menikmati kesediaan pasok dengan harga terjangkau.
Insentif secara umum bisa dilakukan dengan pengembangan infrastruktur pertanian, perbaikan kesuburan tanah melalui konservasi tanah dan air, bisa juga melalui pembiayaan penelitian dan pengembangan benih dan varietas unggul, penyediaan akses informasi dan teknologi, dan sarana dan prasarana untuk berproduksi. Terkadang ditambah dengan penghargaan untuk petani yang berprestasi atau juga penyediaan sertifikasi lahan untuk jaminan hukum lahan punya mereka dari sengketa yang mungkin terjadi. Sengketa akan mengakibatkan keberlanjutan akan terhambat.
Dari segi pembiayaan bisa juga dengan menggunakan skema bantuan keringanan pajak bumi, pembiayaan bibit unggul dan modal kerja, penyiapan organisasi pembiayaan seperti koperasi.
Semua itu secara teknis dapat dilakukan, yang dibutuhkan selanjutnya adalah sinerginya dengan kebutuhan petani. Misalnya perlu penggalian yang mendalam mengenai kebutuhan petani melalui kegiatan PRA. Dalam kasus produksi beras bisa digali kebutuhan tentang penggilingan padi, lantai jemur, pupuk organik dan anorganik, zat pengatur tumbuh, pestisida, bibit, alat dan mesim pertanian, dan gudang. Kebutuhan itu harus menjadi kesepakatan antara petani, tim penilai, dan pemerintah daerah.
Oleh karena itu saat perencanaan pemberian insentif perlu dimuat pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Menengah dengan lingkup nasional dan daerah. Pada tingkat paling bawah peran Kepala Satuan Kerja menjadi penting dalam mendetailkan insentif di tingkat akar rumput.
Tulisan terkait:
2012-07-27
no image

Enam Kepala Dusun Wilayah Desa Sesait, Resmi di Lantik

Suara Genem Merenten FM - Suara Genem Merenten FM

Kayangan,(SK),-- Sungguh berbahagia bagi enam Kepala Dusun di wilayah Desa Sesait Kecamatan Kayangan KLU, sejak tanggal 25 Juli 2012 resmi dilantik dan memangku jabatan sebagai pemimpin wilayah di Dusun masing-masing.
Hal tersebut dilakukan Pemerintah Desa Sesait karena memang keenam Kepala Dusun yang baru dilantik tersebut merupakan hasil pemilihan yang digelar beberapa waktu lalu diwilayah dusun masing-masing.Dimana keenam Keliang tersebut berakhir tanggal 25 Juli 2012 .
Menurut Pemusungan Sesait Murdan bahwa enam Keliang (Kepala Dusun) yang sudah dilantik dan dikukuhkannya tersebut, lima diantaranya adalah pejabat baru sementara satu orang hanya dikukuhkan saja oleh masyarakat dusun setempat, yaitu Sukarti (Keliang Tukak Bendu).
Dikatakan Murdan, keenam Keliang yang baru dilantiknya itu antara lain,Keliang Mula Gati Amudin,Keliang Lokok Sutrang Asrudin,Keliang Tukak Bendu Sukarti, Keliang Bat Pawang Wadris,Keliang Lokok Tujan Suharyadi dan Keliang Sumur Pande Daya Mulyana Pratama Dita.
Melalui kesempatan tersebut Pemusungan yang Januari 2013 mendatang akan berakhir masa jabatannya ini mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para mantan pejabat Keliang (Kadus) yang selama lima tahun telah bersama-sama menjalankan tugas sebagai pengemban amanah diwilayah dusun masing-masing dalam Desa Sesait.Karena menurut Pemusungan yang asli Sesait ini, seluruh program pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan diwilayahnya masing-masing tentunya tidak akan berhasil dan sukses tanpa dukungan dan keterlibatan para mantan Keliang yang selalu mendampinginya disetiap suka maupun duka di dalam menjalankan program kepemimpinannya.
Murdan juga berpesan kepada para mantan Keliang untuk kembali ke masyarakat sebagai tokoh yang baik dan selalu siap membantu serta memberikan masukan baik diminta maupun tidak kepada para pejabat Keliang yang baru dalam menjalankan tugasnya, sehingga seluruh program yang menjadi prioritas di dusun masing-masing menjadi sukses.
Kepada para pejabat baru, Murdan berpesan jangan sungkan-sungkan untuk selalu bertanya pada mantan Keliang dalam menjalankan tugas sehari-hari, dengan berpedoman pada Perda KLU No.4 Tahun 2011 tentang tata cara pencalonan, pemilihan, pelantikan dan pemberhentian Kepala Dusun.
Sementara itu Camat Kayangan Tresnahadi dalam sambutannya juga memberikan ucapan selamat kepada pejabat Keliang yang baru karena dengan selesainya diambil sumpah janji sebagai Keliang, maka resmilah memangku jabatan sebagai pemegang amanah di masyarakat.
“Amanah masyarakat itu, jagalah dengan sebaik-baiknya.Karena sudah resmi menjadi Keliang, maka mari bekerja sebaik mungkin dengan selalu mengacu pada aturan-aturan yang ada, baik aturan social yang berkembang di masyarakat local maupun aturan yang di atur dalam Perda No.4 Tahun 2011,”pesannya.
Dikatakan, bahwa Keliang itu keberadaannya sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan masyarakat, maka pihaknya mengajak kepada para Keliang yang baru untuk melaksanakan tugas dengan hati-hati dalam setiap mengambil sebuah keputusan.
Sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan masyarakat, tentu tugas itu sangat berat dalam melaksanakan roda pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan, maka perlu kehati-hatian dalam segala tindakan,sebab kalau kurang hati-hati bisa berakibat vatal dan hasil yang diperoleh tidak maksimal.

Secara bersamaan kepengurusan BPD/MKD Desa Sesait juga baru, maka Camat Kayangan bepesan dalam menjalankan tugas harus selalu berpedoman pada Perda No.3 Tahun 2011 tentang tata cara pencalonan, pemilihan, pelantikan,pemberhentian Kepala Desa dan pemberhentian Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Jangan sampai keluar dari aturan dalam menjalankan tugas, agar produk yang dihasilkan akan bernilai dan bermanfaat. Sedangkan kalau dalam menjalankan tugas sudah tidak sesuai dengan aturan yang ada, maka tentu produk yang dihasilkannya kerap terjadi konflik, ”ingat Tresnahadi.
Selanjutnya Tresnahadi menyitir isi perda No.3 Tahun 2011 tentang tata cara pencalonan dan pemilihan Kepala Desa (pasal 2), bahwa 6 bulan sebelum berakhir masa jabatan Kepala Desa,BPD memberitahukan kepada Kepala Desa mengenai akan berakhirnya masa jabatannya sebagai Kepala Desa. Kemudian 5 bulan sebelum berakhir masa jabatan Kepala Desa, BPD menerbitkan petunjuk teknis Pemilihan Kepala Desa untuk di pedomani oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa.Setelah itu,baru BPD memproses pemilihan Kepala Desa paling lama 4 bulan sebelum berakhirnya masa jabatan Kepala Desa.
“jangan di bolak balik aturan ini,sehingga apa yang kita lakukan tidak akan ada timbul persoalan yang berarti,”pesan Tresnahadi sambil menekankan agar BPD/MKD Desa Sesait betul-betul menjadikan Perda No 3 tahun 2011 sebagai acuan dalam menjalankan tugas.
Tresnahadi berpesan kepada MKD dan seluruh perangkat Desa dalam menjalankan tugas agar menjaga persatuan dan kesatuan,ketertiban, jangan sampai masyarakat diwilayah desa ini terpecah-belah, karena ini merupakan bagian dari proses.MKD bias memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Kepada para mantan Keliang,Tresnahadi atas nama Pemerintah Kecamatan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi,pengabdian dan sumbangsihnya sebagai Keliang selama menjalankan tugas.Mudah-mudahan semuanya itu tercatat sebagai amal ibadah.(Eko).

 
2012-07-23
no image

Rawa Kehidupan

BENDEWUTA - Desa Bendewuta adalah desa yang berada pada wilayah administrasi Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara (SULTRA). Pada tahun 2007 Desa ini memisahkan diri dari desa induknya, yakni Desa Linomoyo. Jumlah Penduduk desa ini adalah 227 . Mayoritas masyarakat desa ini adalah suku tolaki.
Sejak 5 tahun terakhir, masyarakat bendewuta memanfaatkan Rawa yang berda di wilayah mereka sebagai sumber ekonomi mereka. Potensi yang dimiliki rawa ini dimanfatkan 95 persen masyarakat lokal di desa ini. Setiap harinya masyarakat bisa mendapatkan pemasukan antara Rp 200.000 hingga Rp 2.000.000 per orang pada waktu rawa kering, yakni bulan Oktober sampai Desember. Pada musim ini masyarakat memanfaatkan rawa ini untuk mengumpulkan uang untuk kebutuhan hidup pada saat rawa ini tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Berbagai jenis ikan air tawar dapat kita temukan di rawa ini, seperti ikan mas, ikan gabus, Ikan mujair, dan lain-lain. Metode tangkap masyarakat bervariasi, ada yang memancing, menggunakan jaring, pukat, menyulu dan menggunakan serong. (Ibe/ JRK Sultra)

2012-07-18
no image

Faskab PNPM-Mp loteng : Setrawan Mati Suri

Suara komunitas
Setrawan di lombok tengah bagai seperti mati suri, hidup segan mati tak mau. Selama ini peran-nya dalam melaksanakan dan membantu PNPM tidak ada sama sekali, untuk itu pada pelatihan-pelatihan kapasitas berikutnya sebaikanya perlu dipertimbangkan sebagai peserta. Hal itu disampaiakan Fasilitator Kabupaten (FASKAB) PNPM-MPd Integrasi kabupaten Lombok Tengah Drs.Muhammad Rusdi, pada rapat Pokja RBM 25/06 lalu di Ruang Rapat Kantor BPMD Lombok Tengah.

Muhammad Rusdi, lebih lanjut mengatakan, dalam waktu dekat ini RBM akan kembali menggelar sejumlah pelatihan bagi para pelaku PNPM dikabupaten lombok tengah. Adapaun pelatihan tersebut yakni pelatihan lanjutan tentang Media dan pe;atihan mengenai pembangunan partisipatif di kabupaten lombok tengah.
“Kita akan mengundang pelaku PNPM untuk pelatihan nanti seperti BKAD, TPM dan masing-masing kecamatan itu harus lengkap sebanyak tiga orang. Sementara untuk setrwan.. na ini, kalau selama ini saya melihat fungsi setrwan dan keterlibatanya dalam PNPM ini tidak ada, untuk itu pada pelatihan nanti akan kita pertimbangkan untuk menjadi peserta.”Ungkapnya.
Lebih lanjut Muhammad Rusdi, pelatihan berikutnya harus dilaksanakan dengan lebih efektif lagi agar mencapai tujuan. Metode yang akan dilakukan lebih banyak praktik dan akan menghadirkan narasumber yang lebih profesional lagi serta sesuai dengan bidangnya.
“Pada pelatihan berikutnya kita akan melaksnakanya dengan sungguh-sungguh dan metode yang sebenar-benarnya agar bisa mencapai tujuan daripada pelatihan tersebut yakni pesertanya bisa menyerap materi yang disampaikan.”Ujarnya.
 
no image

Faskab Terlalu Intervensi Pokja, Akibatnya Kegiatan RBM terbengkalai

Talenta FM - Loteng - Talenta FM
LOTENG - Suarakomunits, Kelompok Kerja (Pokja) Ruang Belajar Masyrakat (RBM) Program Nasional Masyrakat Mandairi Perdesaan (PNPM-MP) kabupaten Lombok Tengah menilai Fasilitator Kabupaten (Faskab) PNPM-MP terlalu mengintervensi kegiatan Pokja RBM. Itu terlihat dari tindakan Faskab yang mendikte setiap kegiatan yang dilakukan oleh Pokja, akibatnya Pokja sangat merasa terkekang dan tidak Profersional dalam melaksanakan tugasnya. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang anggota Pokja RBM Maryono yang juga sekaligus ketua Forum BKAD kabupaten Lombok Tengah, pada sebuah acara rapat yang digelar beberapa waktu lalu di ruang Rapat Kantor BPMD setempat.dengan agenda membahas pelatihan Lanjutan Media yang awalnya berjalan dengan tenang dan santai tersebut berubah menjadi tegang., pasalnya Faskab PNPM-MP Drs.Muhammad Rusdi yang ikut hadir pada rapat tersebut terkesan ingin menuruti kehendaknya sendiri tentang bagaimana kegiatan Pelatihan yang dimaksud dilaksanakan. Termasuk surat undanganpun harus diredaksi oleh Faskab.
“Masak undangan saja harus diredaksi juga oleh bapak, apalagi setelah saya lihat undanganya tidak ada salam islami. Bukankah Program ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Mungkin bapak lupa kalau di Lombok ini mayoritas muslim, apalagi yang kita undang adalah muslim semua dan rata-rata ada yang sudah haji. Jadi bagaimana pokja bisa mandiri kalau sampai surat undanganpun didikte oleh Faskab”Kata Maryono langsung dihadapan Faskab.Anggota Pokja yang lain Hajjah Nurmi Yamin juga ikut berbicara pada kesempatan tertsebut, ia mengatakan sepengetahuanya seorang Faskab semestinya tidak boleh sama sekali untuk melakukan intervensi terhadap kegiatan Pokja RBM.
“ Coba mari kita buka SOP-nya pak, mungkin kita akan sama-sama jelas apa tupoksi kita. Silahkan bapak mengawasi kita tetapi jangan terlalu jauh intervensi. Masak mengenai tempat dan waktu pelatihan bapak juga yang tentukan. Bahkan sejauh ini sampai Narasumber pelatihanpun bapak yang tentukan, hasilnya mana. Untuk itu pak, biarkanlah kami-kami ini diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegioatan kami sendiri ini dengan sebaik-baiknya. Coba saja lihat, kami ini malu ditegur terus oleh Pak KABAN BPMD karena kegiatanya telat terus”Ungkapnya.
Ketua Pokja RBM H.Suprayitno, SH pada kesempatan tersebut mencoba menengahi dengan menyampaikan bahwa apa yang disampaikan sejumlah anggota pokja tersebut merupakan aspirasi yang selama ini terpendam dan dirasakan oleh Pokja.
“Hal ini adalah suara-suara yang selama ini hanya sampai kepada saya saja pak faskab, mungkin pada kesempatan ini bapak bisa menjelaskan dengan sebaik-baiknya kepada kawan-kawan kenapa sampai hal ini terjadi. Apa benar bapak terlalu mengintervensi, atau baimana, mungkin bapak ada jawabannya silahkan pak faskab.”Imbuhnya.Muhammad Rusdi kemudian menjawab semua apa yang disampaikan oleh anggota pokja tersebut, ia mengaku senang karena anggota pokja telah menyampaikan beberapa hal terkait dengan kinerjanya selama ini khusunya hubunganya dengan Pokja RBM.Tindakanya yang seperti itu didorong oleh rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap program yang nilainya ratusan juta tersebut.
“Ini merupakan program yang dananya tidak main-main, ratusan juta. Dan supaya anda sekalian tahu, bahwa semua kegiatan RBM ini harus dibawah kendali saya. Soalnya kalau nanti terjadi apa-apa sayalah yang akan paling pertama ditanyakan.”Ujarnya.
Lebih lanjut Muhammad Rusdi, dirinya senang apabila Pokja mau mandiri dalam melaksanakan kegiatanya. Tetapi saat ini menurutnya Pokja masih belum bisa mandiri.
Apa yang disampaikan Fskab tersebut kemudian ramai-ramai ditanggapi oleh anggota pokja yang lain. Bq. Niswatul Jannah bendahara pokja mengatakan, kalau pokja terus didikte sperti saat ini, maka pokja selamanya tidak akan pernah mandiri. Ia mngunkapkan, rapat pokjapun harus dihadiri oleh Faskab, padahal menurutnya faskab akan diundang bila dibutuhkan dalam suatu kegiatan.
“Ini masak rapat pokja harus dihadiri oleh faskab, bukankah bapak mau melihat kami mandiri. Jadi cobalah biarkan kami berkreasi mengeluarkan semua kemampuan kami. Cukup bapak memberikan saran-saran kepada kami, kami akan terima. Ini bapak bilang harus begini-harus begitu. Berapa kali dan berapa kegiatan sudah pelaksnanaanya buru-buru dan tergesa-gesa tanpa persiapan yang matang. Saat semua periapan matang, tiba-tiba pak faskab seenaknya melalui celuler menelpon di batalkan”Pungkasnya.
Demikianlah, rapat tersebut akhirnya dikembalikan lagi dengan agenda semula dengan persoalan intervensi faskab yang belum ada penyelesaian. Rapat dengan agenda pelaksanaan Pelatihan media itu, didapat keputusan bahwa Pelatihan media akan dilakukan dua hari kemudian, namun pada hari berikutnya, Faskab menelpon ke ketua RBM dan membatalkan Pealtihan Media yang dimaksud secara tiba-tiba dengan alasan yang tidak jelas.
 

no image

Nilai Etika Sosial Ramadan Meldi - Suara Komunitas


Marhaban Ya Ramadan.
Menjelang bulan Ramadan, kegiatan pencerahan spiritual akan meluber di masjid dan langgar. Haus spiritual menjadi tanda masyarakat membutuhkan keseimbangan antara materi dan rohani. Ini juga menjadi tanda bahwa masyarakat masih mempunyai mekanisme siklus untuk membersihkan dirinya dari sesuatu yang materi atau duniawi. Sehingga untuk kebutuhan itu, sebenarnya etika sosial bisa hadir dalam relung hati masyarakat.
Ajaran Islam banyak menawarkan mengenai persoalan nilai personal yang menjadi keutamaan untuk nilai sosial sehingga masyarakat dapat hidup bersama dengan desain terbaiknya.
Mengajak masyarakat menaruh etika sosial sebagai nilai tertinggi sehingga begitu mudah untuk memahami bahwa kehidupan yang beragam, pluralistik adalah fakta yang tidak bisa dihindari agar toleransi berjalan sebagai realisasi etika sosial yang diajarkan banyak sekali dalam tata nilai Islam. Terlalu terobsesi dengan identitas agama sendiri, sehingga mengalami konflik dengan agama yang berbeda merupakan tantangan sendiri dalam etika sosial Islam. Merubah sudut pandang, lalu berusaha lebur dalam kerangka etika bersama (common ethical framework) yang bersumber pada kekayaan nilai agama dan budaya akan mendorong bahwa nilai etika sosial dalam Islam menjadi pendorong etika kewargaan (ethics of citizenship) dalam upaya menaruh nilai-nilai itu 'di keranjang' keragaman, hak-hak dasar, rasisme, korupsi, dan sebagainya sehingga secara tidak langsung membantu untuk memulihkan masalah internasional: krisis ekonomi, pemanasan global, dan ketimpangan ekonomi sosial: utara selatan, negara maju dan miskin.
Ajaran Islam punya peran kuat dalam konteks Indonesia untuk menjadi titik tumbuhnya kewargaan yang sehat yang merefleksikan keragamanan. Islam dikenal dengan konsep tidak ada paksaan untuk agama, sehingga konsep ini akan memberikan inklusivitas dalam keragaman. Sebuah model yang sedang berproses dalam masyarakat Indonesia.
Dalam literatur Islam banyak sekali pesan dan peran sosial baik dalam sejarah Islam dari masa ke masa atau dalam teks-teks yang merupakan kekayaan Islam. Maka karena itu peran itu bisa ditonjolkan sebagai 'sang mayoritas' yang melindungi minoritas, 'sang mayoritas' yang paling depan membasmi korupsi, dan 'sang mayoritas' yang 'benci' dengan rasisme, dan 'sang moyoritas' yang memperjuangkan hak-hak dasar. Dengan demikian, nilai-nilai Islam dapat bekerja dalam ruang publik secara inklusif. Artinya masyarakat muslim hadir dalam peran kritisnya memberikan pandangan dan berbuat dalam membentuk masa depan dengan narasi untuk semua kalangan yang ada di lingkungannnya.
Krisis saat ini yang ada dalam masyarakat merupakan tantangan bagi muslim untuk memberikan ruang besar baginya tentang bagaimana nilai etika sosial yang dianut dapat menjadi senjata ampuh. Caranya dengan membangun kewargaan (common citizenship) menjadi sebuah makna kemanusiaan (common humanity).
Selamat menempuh puasa Ramadan, bulan dimana wangi semerbak dengan kemanusiaan yang utuh.
Tulisan Terkait:
2012-07-17
no image

Jelang Ramadhan, Satlantas Keluarkan 700 tilang

LOTENG - Suarakomunitas, Sejak 4 juli lalu, pihak Satuan Lalulintas (Satlantas)Polres Lombok Tengah menggelar Operasi Patuh dalam rangka Meningkatkan Ketertiban berlalu Lintas di Kabupaten Lombok Tengah. Dari operasi tersebut pihak satlantas telah mengeluarkan ratusan surat Tilang yang ditujukan kepada para pelanggar lalu Lintas yang rata-rata tidak menggunakan Helm. Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Lombok Tengah Aiptu Sopyan Hardy kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.“Sehari rata-rata kita dilapangan menilang sekitar seratus pengendara, dan inipun belum cukup upaya kita dan kita akan terus meningkatkanya, ini semata-mata bertujuan agar masyarakat kita nantinya yang khususnya melaksanakan ibadah puasa mendapatkan ketenangan. Kita cipta kondisi menjelang bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri, termasuk juga kita akan menertibkan balap liar ini. Kita nanti akan rancang secara khusus dari tim lalulintas yang akan menangani permasalahan itu.”Kata Kasatlantas.
Setelah oparasi terebut berjalan seminggu, pihak satlantas sudah mengelurakan 736 tilang dan rata-rata pelanggaran didominasi pelanggaran Helm dan surat-surat kendaraan. –tempat yang sebelumnya telah di Maping oleh pihak satlantas. Maping adalah temapt-temapat yang sering terjadi adanya pelanggaran lalaulintas. Adapun operasi tersebut dilaksanakan dengan konsep 25-25-50, 25 pree entif, 25 preventif dan 50 refresif penindakan dengan penilangan. Saat melakukan penindakan tersebut juga dibarengi dengan penyuluhan.
“Na dengan ini kami meminta dukungan kepada masyrakat dan melalaui media agar bias diinformasikan secara luas, dan kami menghimbau untuk mari kita tertib berlalu lintas terutama penggunaan helmini, jangan menggunakan helm karena takut akan ancaman hukumanya untuk ditilang, tetapi motivasi penggunaan helm adalah karena memang untuk kepentingan keselamatan kita saat sedang berkendaraan”. Pungkasnya.
 Talenta FM - Loteng - 
Sumber : Suarakomunitas.net
no image

Pemimpin Syiah Sampang Divonis 2 Tahun

KBR68H,Jakarta Pengadilan Negeri Sampang Madura Jawa Timur menghukum tokoh Islam Syiah Tajul Muluk dengan hukuman dua tahun penjara, dikurangi masa tahanan.
Hakim menganggap Tajul Muluk melanggar Pasal 156 KUHP yaitu menistakan agama dengan menyebarkan ajaran yang tidak sesuai dengan kitab suci. Kuasa Hukum Tajul Muluk Otman Ralibi menyayangkan putusan hakim tersebut. Dia mengklaim masalah ini hanya perbedaan persepsi.

Kuasa hukum Tajul Muluk Otman Ralibi mengatakan akan mengajukan banding atas putusan hakim. Tajul Muluk merupakan Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia atau IJABI Sampang Madura. Akhir tahun lalu, rumah dan kompleks pesantren pimpinan Tajul Muluk dibakar massa.
Sekelompok orang melakukan teror Tajul Muluk dan para pengikutnya dengan tuduhan menyebarkan ajaran sesat. Aparat kepolisian sepat menangkap beberapa orang yang dianggap terlibat pembakaran, namun dilepas kembali. Sebaliknya, Tajul Muluk yang menjadi korban diseret ke pengadilan atas tuduhan penodaan agama dengan ancaman hukuman empat tahun penjara

no image

30 % Warga Kecamatan Cidahu Tidak Mendapat Undangan Pembuatan e-KTP

LALI - Komunitas LALI (Lembaga Alam Lestari Indonesia)
Sukabumi, Komunitas la-li. Proses pelaksanaan pembuatan e-KTP di Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi masih berlangsung seperti yang terjadi pada hari minggu (14/7), Camat Cidahu H. Ateng Sudjana menginstruksikan kepada jajarnnya untuk melayani warga yang akan membuat e-KTP pada hari libur kerja.
Hal tersebut di maksudkan untuk memberikan pelayanan kepada warga Kecamatan Cidahu yang tidak sempat memenuhi undangan panggilan pembuatan e-KTP di kantor Kecamatan Cidahu karena berbagai kesibukan seperti halnya warga yang bekerja di luar kota dan di berbagai tempat kerja lainnya.
Menurut Ramly (25) staff/operator entri data pada proses e-KTP di kantor Kecamatan Cidahu menuturkan bahwa dalam pelaksanaannya tidak semua warga di Kecamatan Cidahu mendapatkan undangan untuk membuat e-KTP, hal ini di karenakan data yang di terima dari Dinas Kependudukan Kabupaten Sukabumi baru sekitar 70 % dari jumlah warga yang seharusnya mendapat undangan, sehingga 30 % waga yang belum menerima undangan pembuatan e-KTP harus di proses pada tahap dua atau tahap susulan.
Ramly juga menambahkan bahwa dirinya sebagai operator entri data penduduk pada e-KTP di kantor Kecamatan Cidahu hanya sebagai relawan saja, hal ini menurutnya sangat berbeda dengan operator pemotretan (foto) dan pengambilan sidik jari yang mendapat upah sebesar 300 rupiah per warga atau per kepala.
Pada pelaksanaan program e-KTP ini antusiasme warga sangat luar biasa, hal itu nampak dari kesadaran warga yang datang ke kantor Kecamatan Cidahu walau harus menunggu empat (4) hingga lima (5) jam untuk mengantri seperti yang di ungkapkan Euis (28) warga Kampung Cikareo Asem, dirinya mengeluhkan proses pembuatan yang berjalan cukup lamban yang menyebabkan sebagian besar warga harus rela menunggu berjam-jam lamanya. Hal ini perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak terkait agar alur proses pembuatan e-KTP dapat di lakukan secepat mungkin oleh operator serta dapat di lakukan di ruangan yang lebih luas atau lebih terbuka agar warga lainnya dapat melihat secara langsung proses tersebut sehingga setiap warga dapat memantau secara langsung hal-hal apa saja yang seperlunya di lakukan selama proses pemotretan. zek@la-li

LALI 
Sumber :  Suara komunitas
no image

Aksi Donor Darah Targetkan 10.000 Kantong Darah

JARKOMSU - JARKOMSU
Medan. PT Tupperware Indonesia kembali menggelar aksi donor darah memperingati hari jadinya ke 21 dengan tajuk “A Dop for Hopes”. Ini merupakan kegiatan Tupperware untuk mendukung ketersediaan darah di Indonesia. 
Kegiatan donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan di Atrium Selatan Medan Plaza Fair, Sabtu (14/7). Acara dibuka oleh Wakil Ketua PMI Sumut (Benny Yuswar), Wakil Ketua PMI Kota Medan (Sudarmaji) dan Perwakilan PT Tupperware Indonesia (Erlangga Dirga) dan didukung komunitas Persatuan Donor Darah Indonesia - Blood4life.
Pada 2012, Tupperware menargetkan 200-1500 kantong darah di setiap kota. Medan dan Balikpapan, targetnya 300 kantong, Pekanbaru 200 kantong, Padang, Palembang, Banjarmasin dan Makasar masing-masing 350 kantong, Lampung, Tangerang, Bandung, Surabaya, Jember masing-masing 550 kantorng, Bekasi dan Karawang masing-masing 500 kantong, Yogyakarta dan Semarang masing-masing 700 kantong, Malang 600 kantong, Samarinda 450 kantong, Pontianak 400 kantong Purwokerto 1.500 kantong dan Jakarta mencapai 1800 kantong.
Menurut Manager Director PT. Tupperware Indonesia, Nining W. Purnama, dengan bertambahnya jumlah kota yang dijangkau, diharapkan dapat menghasilkan 10.000 kantong dari 21 kota. (Vandey Lubis)
no image

Banjir Putus Jalur Tranportasi Darat SULTRA-SULTENG

Ibrahim - JRK SULTRA
SAMBANDETE - Hujan yang berkepanjangan beberapa waktu lalu memutus jalur transpotrasi yang menghubungkan antara Provinsi Sulawesi Tengara dan Sulawesi Tengah. Jalan sepanjang kurang lebih 500 M di Desa Sambandete Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara slawesu Tenggara (SULTRA) di genanggi air dengan kedalaman air sekitar 2,5 M, sehingga kendaraan yang akan melakukan perjalanan dari SULTRA ke SULTENG harus menggunakan jasa pincara masyarakat. Banjir terjadi mulai hari Minggu (08/06/2012)
Kendaran yang akan melakukan perjalanan ke Sulawesi Tenggah harus menggunakan jasa pincara yang telah di sediakan oleh masyarakat setempat. Sewa pincara untuk kendaraan mobil sebasar Rp 600.000/mobil, kendaraan roda dua dikenakan pincara sewa sebesar Rp 100.000 dan untuk orang sebesar Rp 25.000/orang.
Akibat banjir yang menggenangi jaln ini, empat buah mobil hanyut terbawa arus air. Keempat mobil yag hanyut ini karena pengndaranya memaksakan kendaranya untuk menyebrang, tanpa medengarkan larangan dari masyarakat setempat. (Ibe/JRK Sultra)

Sumber : Suara Komunitas
no image

Empat Perusahaan di Kota Bitung, Merusak Lingkungan

Bitung, SK - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bitung, Adriana Dondokambey menyatakan terdapat empat perusahaan di Bitung, Sulawesi Utara, terancam diganjar UU nomor 32 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup sebab diduga kuat telah merusak lingkungan. Keempatnya juga telah menyalahi Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 2012 tentang Amdal.
Perusahaan yang dimaksud itu masing-masing PT. Deho, PT. Sinar Pure Food, PT. Manado Mina, dan PT. Bitung Mina. Kasus mereka adalah membuang limbah ke laut tanpa melalui Instalasi Pembuangan Limbah (IPAL). “UU nomor 32 menyebutkan minimal ancaman kurungan penjara 3 tahun bagi perusak lingkungan seperti ini,” tegas Dondokambey.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sendiri telah menjatuhkan sanksi berupa pembinaan dan sanksi administrasi kepada keempat perusahaan tersebut melalui Badan Lingkungan Hidup Kota Bitung, “Mereka baru mendapatkan sanksi administrasi dan pembinaan, karena dianggap telah merusak lingkungan,” lanjutnya.
Dondokambey mengatakan, jika ke-4 perusahaan tersebut tidak mengindahkan pembinaan dan sangsi admistrasi yang telah diberikan maka pihaknya akan menuntut pidana sesuai UU nomor 32. Apalagi kerusakan lingkungan yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat lagi ditolerir. (wanuata)

Sumber : Suara Komunitas
Back To Top